Sepak Bola dan Judi Online Di Hati Setiap Penyuka Cilok

Baru-baru ini, makanan ringan murah-meriah dari salah satu daerah di Jawa Barat menjadi terkenal bahkan hingga di daerah lain, misalnya Solo dan Sukoharjo, Jawa Tengah. Ternyata cilok menjadi makanan ringan kesukaan para penggemar sepakbola, khususnya saat berada di stadion.

Selain itu, setiap kali ada pertandingan sepak bola di tingkat kampung, kecamatan, kelurahatan, cilok selalu laris manis diserbu para oenonton yang kelaparan. Pertandingan sepak bola menjadi dikenal bersama cilok karena ini adalah makanan yang cocok untuk menemani suporter. Bahkan, sensasi memasang taruhan judi bola baik itu secara langsung maupun lewat 988bet juga jadi lebih terasa.

Sepak Bola dan Judi Online Di Hati Setiap Penyuka Cilok

Keberadaan Cilok dalam Dunia Sepak Bola

Dulu, cilok belum diciptakan. Setiap penonton pertandingan sepak bola tidak memakan makanan ringan ini. Saya dulunya juga tidak tahu apa itu cilok. Sampai suatu ketika salah seorang warga Jawa Barat yang bernama Abah Uci yang gemar memasak, mencoba sesuatu yang baru.

Ia ingin menciptakan makanan ringan khususnya untuk anak-anak dan remaja kelaparan. Makanan ringan sehat dan lezat serta tidak mengandung penyedap rasa atau vitsin atau micin. Generasi micin seharusnya tidak pernah ada. Sang abah ingin memebuat perubahan.

 

Perubahan yang Membuahkan Hasil

Ia kemudian masuk ke dalam dapur kesayangannya. Dapur tersebut ia rawat seperti anak sendiri. Maklum, kegemarannya hanya satu, yaitu memasak. Bakatnya memang sudah terlihat sejak usia lima tahun. Ia selalu menemani ibunya yang juga pandai memasak di dapur.

Ia merenung sebentar akan bahan apa saja yang sebaiknya ia siapkan untuk menciptakan makanan baru. Setelah merenung beberapa menit, ia kemudian mulai menulis resepnya. Ia hapus, ia tulis lagi, hapus lagi, tulis lagi, hingga akhirnya didapati resep pamungkas nan menakjubkan.

 

Lahirnya Cilok Teman Sepak Bola

Akhirnya, ia mulai memasak adonan cilok dengan hati-hati dan penuh perhitungan. Saat itu, ia belum menamai makanan tersebut “cilok”. Baru setelah makanan tersebut jadi, cucunya yang baru berusia dua tahun berkata sesuatu. Si cucu berkata “cilok” karena melihat cicak.

Ya karena belum bisa mengatakam “cicak” maka ia mengatakan “cilok”. Akhirnya, si abah memutuskan untuk memberi nama makanan tersebut dengan “cilok. Setelah itu beberapa hari kemudian, ia mulai membuat cilok dalam jumlah yang banyak. Ia ingin menjualnya.

Alhasil, setelah ia berada di lapangan sepak bola, banyak anak yang sedang main sepak bola berdatangan ke gerobak ciloknya.

Baca juga: Judi Online Kalahkan Ajal Saat Datang Menjemput

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *